Tampilkan postingan dengan label Olah Raga - Motogp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olah Raga - Motogp. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2015

GP Valencia 2015, Sebuah Anti Klimaks yang Hambar

Akhirnya, seperti yang kita ketahui bersama, sebuah anti klimaks yang gitu-gitu aja dan hambar telah terjadi. Trio Spanyol merajai perhelatan terakhir di rumah mereka sendiri. Tidak ada yang istimewa, Lorenzo yang start terdepan, terus di kawal oleh kompatriotnya Dou Repsol Honda sampai garis finish, dan seperti sudah di setting, Lorenzo melenggang di garis pertama tanpa ada perlawanan yang berarti dari lawan-lawannya. Dan gelar juara dunia Motogp 2015 diraihnya dengan hambar.

Dan untuk Mark Marquez perilakunya sepertinya semakin memperkuat dugaan-dugaan miring terhadapnya sebelumnya, ia tampak bermain-main dengan memberikan Lorenzo posisi terdepan, ia nampak seperti pengawal dari pada bersaing dengan sang juara. Tidak ada niatan untuk mendahului Lorenzo. keagresivannya menguap begitu saja. 

Ditambah perilakunya yang membingungkan di saat menjelang akhir lomba di mana Dani Pedrosa yang mencoba menyalip Lorenzo terlihat berusaha dihalangi oleh Mark Marquez 

Sebuah coreng telah ia coretkan ke mukanya sendiri. Semakin memperjelas seperti apa perilakunya.
Mungkin memang mentalnya belum siap, belum dewasa atau memang begitu perilakunya.

Dan atas ulahnya yang tidak 'wajar' itu, Mark Marquez akan menuai banyak kritik dan polemik berkepanjangan. Sungguh sangat disayangkan, seorang Mark yang memiliki bakat dan potensi yang begitu besar, seketika reputasinya jadi berantakan oleh ulahnya sendiri.

Sedangkan untuk Rossi, tepuk tangan dan rasa salut penuh hormat pantas ia terima atas usahanya untuk meraih gelar juara. Dengan posisi start paling belakang dan mampu over taking sampai ke posisi empat adalah usaha yang luar biasa. Kita layak mengangkat topi atas usahanya yang habis-habisan itu.

Bisa jadi secara de jure Lorenzo adalah 'juaranya', yah ... juara dalam tanda kutip, lebih banyak yang secara de facto menganggap Rossi lah pemenangnya. Setidaknya Rossi telah memenangkan simpati dari banyak penggemar motogp, tidak hanya para penggemarnya saja, tapi juga peminat motogp pada umumnya.
Lorenzo menjadi juara dengan banyak kritikan (penulis membatasi tidak membahas hal ini lebih jauh, untuk menjaga netralitas), Anda bisa mencari beritanya pada website lain dan membrosingnya di google untuk mengetahuinya lebih lanjut.  
   
Dan persaingan musim depan akan semakin seru, perang dingin antara duo Yamaha Movistar akan berlanjut. Belum lagi perseteruan antara Rossi dan Marquez.    

Akhirnya perlombaan telah selesai dan sang juara telah ditentukan, tapi ini bukanlah sebuah akhir dari segalanya, melainkan merupakan sebuah awal dari babak-babak selanjutnya yang akan lebih menegangkan dan sepertinya akan lebih banyak lagi trik-trik yang muncul. Persaingan yang lebih panas dan lebih ketat lagi. 

Jadi kita tunggu saja drama-drama yang lebih seru dan dramatis selanjutnya pada sesi motogp berikutnya.

Selamat menikmati....dan tunggu ulasan saya berikutnya (itu jika Anda menyukainya). Semoga bermanfaat. 

Minggu, 08 November 2015

Jelang Perlombaan Pamungkas Motogp 2015 Valencia, Menjadi Puncak Ketegangan yang sangat mendebarkan

Kejuaraan Dunia Motogp akan mencapai puncaknya, besok malam 08 November 2015 (WIB) di Valencia. Dimana Duo Rider Yamaha Movistar saling berebut untuk menjadi juara.

Unik, menarik dan juga sangat menegangkan.

Unik, karena baru kali ini Sang Calon Juara Valentino Rossi harus menjalani hukuman cukup berat yaitu pengurangan point dan harus start di grid paling belakang menjadi penyebab berkurangnya kans Rossi untuk meraih juara dunia motogp. 
Sedangkan sang Partner, sekaligus pesaing beratnya, Jorge Lorenzo sedang bagus-bagusnya, berhasil meraih pole position di grid terdepan.

Dengan selisih 7 point, segalanya bisa terjadi, kedua-duanya sama-sama mempunyai peluang untuk menjadi juara dunia Motogp 2015. Hal ini tentunya sangat menarik untuk ditonton.

Menganalisa kondisi yang ada, terdapat beberapa prediksi yang kemungkinan bisa terjadi di Valencia tanggal 8 November 2015 nanti.  

Prediksi 1 :
Kalau diprediksi perlombaan berjalan lancar dan cuaca cerah, kemudian Lorenzo berhasil meraih podium sedangkan Rossi finish diurutan jauh di belakang, sehingga secara matematis selisih point tidak terkejar, maka Lorenzo yang jadi juaranya.

Prediksi 2 :
Kalau tiba-tiba cuaca berubah dan turun hujan, kemungkinan besar Lorenze akan melambat dan Rossi yang lebih mampu mengendalikan motor pada cuaca hujan akan dapat meraih point lebih tinggi dari Lorenzo, untuk itu maka Rossi bisa menjadi juaranya.

Prediksi 3 : 
Valentino Rossi bertanding dengan luar biasa, berhasil menyusul Lorenzo, dan finish di belakangnya. Rossi bisa juara.

Prediksi 4 :      
Kemungkinan yang paling kontroversial, namun tetap rasional, Lorenzo gagal finish alias terjatuh, maka Rossi lah juaranya. Kalau sebaliknya, Rossi jatuh dan Lorenzo berhasil finish, maka Lorenzo sang juaranya.

Terlepas dari segala macam kontroversi yang berkembang, masing-masing fans baik Rossi maupun Lorenzo tentunya berharap jagoannya akan menang.

Namun apa pun hasilnya, masing-masing pihak tetap harus menjaga sportivitas dan tidak berlebihan. Ya... masing-masing pihak harus mempersiapkan diri untuk menerima kemenangan maupun kekalahan.

Untuk yang menang ... selamat, untuk yang kalah ... terimalah kekalahan dengan lapang dada, terimalah kenyataan yang terjadi ... walaupun pahit sekalipun. Semua harus tetap berjalan ... hidup terus berjalan. Keep Move On ...sebab ada yang lebih menentukan dari semua yang ada ... yaitu TAKDIR ...

Selamat menyaksikan jalannya pertandingan, siapkan diri anda untuk menerima kenyataan yang terjadi apapun itu.