Selasa, 17 November 2015

I-DOSER, NARKOBA VERSI DIGITAL? Benarkah Cara Baru Menikmati Narkoba?

Pada pertengahan Oktober 2015 lalu, dunia maya dikejutkan dan dihebohkan oleh aplikasi ‘narkoba’ yang bisa di download melalui internet, yang bernama: i-Doser. Apakah betul aplikasi ini bisa membuat orang menjadi fly, layaknya orang yang mengkonsumsi narkoba?

Dunia maya kini dihebohkan oleh I-DOSER yang kembali muncul ke permukaan. Aplikasi ini pernah membuat heboh sekolah di Amerika dan di beberapa negara lainnya sejak 2010 lalu. i-Doser merupakan sebuah aplikasi suara yang masuk ke kuping dan mengecoh kinerja otak. Ini disebut sebagai narkoba digital karena kerap membuat pendengarnya kecanduan dan hilang akal, layaknya mabuk. Namun, bentuknya sama sekali tidak seperti obat atau serbuk, melainkan hanya gelombang suara dalam format MP3. Aplikasi i-Doser bisa di-download ke smartphone berbasis Android ataupun iOS. Dengan memilih dosis yang tepat, maka gelombang suara yang masuk ke kuping akan mempengaruhi kinerja otak. Penggunanya kerap menjadi rileks saat mendengarkan suara yang mengalun. Inilah yang membuat kecanduan.
Dalam sebuah pemberitaan di News.com, beberapa siswa sekolah di Mustang High School, Oklahoma kedapatan ‘teler’ karena mendengarkan i-Doser. Bahkan, kepolisian setempat sempat menganggap hal ini sebagai hoax, meski tetap melakukan investigasi. Sayangnya, pihak berwajib tidak bisa menindak siapapun. Hal ini dikarenakan i-Doser tidak masuk kategori narkotika dan obat-obatan karena bentuknya hanyalah gelombang suara yang mengalun secara berulang.
Dalam penjelasan di aplikasi tersebut, i-Doser ternyata mengandung irama binaural atau binaural beats. Suara binaural merupakan dua nada yang mengalun dalam frekuensi nada di bawah 1,00 Hz. Ditemukan pada tahun 1839 oleh Heninrich Wilhelm Dove, dia menggunakan untuk relaksasi, meditasi dan kreativitas.
Sebenarnya tidak ada yang berbahaya dari binaural beats di i-Doser. Bahkan, musik binaural kerap dijadikan terapi untuk meningkatkan kemampuan otak, termasuk juga untuk meditasi, mencegah stroke, penyakit alzheimer atau parkinson. Bahkan, bisa menimbulkan orgasme,” ujar Paul Rademacher dari Monroe Institute di Virginia, Amerika, seperti dikutip dari Seattle Times, (13/10). Psycology Today juga menyebut, metode ini digunakan untuk penelitian klinis terkait siklus tidur dan pendengaran. Metode ini menghasilkan gelombang pada otak untuk mengobati penyakit kecemasan, dan pernah digunakan oleh University of Virginia untuk terapi rasa sakit dan penyakit kecemasan. Konselor kesehatan mental, Jed Shlackman, mengaku berhasil memanfaatkan metode ini untuk mengobati pasien Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Slackman menyebut metode ini relatif aman dan tidak lebih berbahaya dibandingkan aktivitas lain seperti berbelanja atau berolahraga. Sementara, Paul Dillon, Pendiri Drug and Alcohol Research and Training Australia mengatakan, tidak ada efek seperti penyalah-gunaan obat terlalu dalam dari isi audio yang ditawarkan i-Doser. Dia percaya itu hanya sugesti semata.
Dia justru khawatir dapat merembet seperti budaya obat terlarang, yakni orang rela membuang uang dengan cepat untuk menggunakannya. Apalagi paling menyedihkan karena menargetkan kelompok yang paling rentan, anak muda yang ingin terlihat keren untuk melakukannya. Memang, dalam situs juga menawarkan pelanggannya kesempatan untuk menjadi ‘dealer dosis’ dengan menjual audio tersebut ke lingkungan temannya.Namun, seorang neuroscientist di McGill University di Montreal, Daniel Levitin membantah hal tersebut. “Tidak ada audio binaural yang berefek seperti obat terlarang,” katanya. Sama seperti sistem saraf kita yang dipengaruhi dengan melihat matahari terbenam atau anak anjing, Dr Levitin mengatakan otak kita terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan eksternal kita.
Dijelaskan pendirinya, Nick Ashton, audio i-Doser ditemukan sejak 2005 dan sampai sekarang telah di-download lebih dari 10 juta orang. Untuk memilikinya tidak mudah. Di toko aplikasi Apple iTunes, harga software ini dibanderol lebih dari Rp. 60 ribu. Sedangkan di PlayStore Android, harganya mencapai Rp. 71 ribu.


Blokir Situs i-Doser

Sementara di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan telah memblokir empat domain aplikasi i-Doser. Hal itu dilakukan menyusul keresahan masyarakat akibat beredarnya informasi terkait sensasi psikologis yang timbul dari aplikasi tersebut.
Mengingat informasi ini telah menimbulkan keresahan masyarakat, maka kemenkominfo sementara ini telah meminta kepada Internet Service Provider (ISP) agar memfilter empat nama domain agar tidak dapat diakses oleh publik,” kata Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kemenkominfo Ismail Cawidu melalui keterangan resminya (14/10). Adapun keempat situs yang diblokir adalah i-doser. com, idoseraudio.com; idosersofware.com
dan istoner.com. Ismail mengungkapkan pemblokiran masih bersifat sementara. Keputusan apakah pemblokiran akan dilakukan permanen atau akan dibuka kembali baru akan diambil pada rapat anggota Panel Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (Forum PSIBN). Sebelumnya, Menkominfo Rudiantara telah meminta pegawai Kemenkominfo untuk
mengecek soal I-Doser. Jika dirasa memberi efek buruk, maka akan dibawa ke tim Forum PSIBN untuk diputuskan apakah perlu diblokir atau tidak.
Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam keterangan resminya telah menyatakan gelombang audio binaural I-Doser tidak termasuk dalam golongan narkotika. Pasalnya, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 mendefinisikan narkotika sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.


Penipuan

Merespon pemblokiran ini, Alfons Tanujaya dari Vaksincom berpendapat, cara ini tidak efektif karena tidak disertai memblokir aplikasinya di toko aplikasi sehingga masih bisa diakses pengguna smartphone. Alfons membandingkan kasus i-Doser, yang disebut-sebut sebagai ‘narkoba digital’, dengan pemblokiran situs berbagi video Vimeo. Pemblokiran ke website Vimeo efektif, sedangkan i-Doser tidak. “Seharusnya, jika ingin meredakan keresahan di masyarakat pemerintah memberikan release resmi atas kebenaran hoax ini berdasarkan data dari BNN dan jika HOAX tersebut meresahkan, harusnya yang diblokir bukan situsnya tetapi penyebaran hoax-nya,” katanya (15/10).
Berdasarkan analisa Vaksincom, klaim i-Doser mampu menghadirkan sensasi seperti narkoba digital tidak didukung oleh bukti ilmiah. Alfons juga mengutip pernyataan Helane Wahbeh dari Departemen Neurologi OHSU Oregon Health and Science University soal teknikbinaural beats yang diklaim dapat meningkatkan aktivitas gelombang otak (brain wave). “Jawabannya, sama sekali tidak ada peningkatan gelombang otak,” ujar dia. Vaksincom menemukan sejumlah informasi yang menyesatkan maupun tak akurat dalam website dan aplikasi i-Doser. Aplikasi ini disebut memanfaatkan institusi pendidikan yang ternama untuk menarik minat. Begitu pun klaim i-Doser bahwa aplikasi itu sudah digunakan oleh lebih dari 10 juta pengguna tak didukung data yang independen. Malah, dari data toko aplikasi, diketahui
bahwa aplikasi itu baru diunduh sekitar 10 ribu pengguna sejak 2010. Juga klaim bahwa mereka didukung Badan Narkotika Nasional, itu diduga palsu.
Kendati demikian, Kemkominfo direkomendasikan untuk melanjutkan pemblokiran, setelah rapat Panel IV Bidang Investasi Illegal, Penipuan, Perjudian, Obat dan Makanan dan Narkoba. Rapat, yang digelar pada Kamis (15/10), yang dihadiri perwakilan dari Badan Narkotika Nasional, BP POM, OJK, Asosiasi Pakar (KADIN, ISOC, APJII) dan beberapa tim ahli.
Rapat itu menyimpulkan bahwa situs i-Doser menggunakan nama yang dilarang dan bersifat melanggar ketertiban Umum. “Dalam hal ini menggunakan istilah kokain, marijuana, narkotika dan psikotropika lainnya sesuai dengan pasal 5 UU Nomor 15 Tahun 2001,” demikian salah satu kesimpulan rapat itu. Selain itu, antara penamaan yang ditampilkan dengan produk yang dijual tidak sesuai dengan yang sebenarnya sehingga termasuk penipuan dan penyesatan. Dampaknya terjadi kerugian jual beli dan transaksi elektronika. Ini sebagaimana diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 28 dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Istilah “narcotic digital” disebut hanyalah strategi pemilik situs. Dari hasil telaah BNN diketahui bahwa i-Doser tidak mengandung unsur narkotik atau unsur obat-obatan berbahaya. “Unsur yang ditawarkan dalam situs tersebut hanyalah unsur musik yang dikemas dalam gelombang suara atau frekuensi yang berbeda antara telinga kiri dan telinga kanan,” begitu risalah rapat itu.

Lalu bagaimanakah masyarakat menyikapi fenomena ini? Tentunya masyarakat harus mewaspadai fenomena i-Doser ini serta menyikapinya dengan bijaksana.
Artinya, jangan sampai fenomena ini dapat menimbulkan dampak negatif dalam masyarakat,  terutamanya terhadap  generasi muda, untuk itu para orang tua agar waspada dan mengawasi anaknya dalam berperilaku dan menggunakan media internet.

Serta peran Pemerintah melalui instansi-instansi terkaitnya agar berkoordinasi dengan baik mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan tindak nyata yang tegas dalam mencegah segala kemungkinan dampak negatif yang mungkin dapat terjadi sebelum semuanya terlambat. 


(Sumber Majalah BISKOM Edisi November 2015)

Senin, 09 November 2015

GP Valencia 2015, Sebuah Anti Klimaks yang Hambar

Akhirnya, seperti yang kita ketahui bersama, sebuah anti klimaks yang gitu-gitu aja dan hambar telah terjadi. Trio Spanyol merajai perhelatan terakhir di rumah mereka sendiri. Tidak ada yang istimewa, Lorenzo yang start terdepan, terus di kawal oleh kompatriotnya Dou Repsol Honda sampai garis finish, dan seperti sudah di setting, Lorenzo melenggang di garis pertama tanpa ada perlawanan yang berarti dari lawan-lawannya. Dan gelar juara dunia Motogp 2015 diraihnya dengan hambar.

Dan untuk Mark Marquez perilakunya sepertinya semakin memperkuat dugaan-dugaan miring terhadapnya sebelumnya, ia tampak bermain-main dengan memberikan Lorenzo posisi terdepan, ia nampak seperti pengawal dari pada bersaing dengan sang juara. Tidak ada niatan untuk mendahului Lorenzo. keagresivannya menguap begitu saja. 

Ditambah perilakunya yang membingungkan di saat menjelang akhir lomba di mana Dani Pedrosa yang mencoba menyalip Lorenzo terlihat berusaha dihalangi oleh Mark Marquez 

Sebuah coreng telah ia coretkan ke mukanya sendiri. Semakin memperjelas seperti apa perilakunya.
Mungkin memang mentalnya belum siap, belum dewasa atau memang begitu perilakunya.

Dan atas ulahnya yang tidak 'wajar' itu, Mark Marquez akan menuai banyak kritik dan polemik berkepanjangan. Sungguh sangat disayangkan, seorang Mark yang memiliki bakat dan potensi yang begitu besar, seketika reputasinya jadi berantakan oleh ulahnya sendiri.

Sedangkan untuk Rossi, tepuk tangan dan rasa salut penuh hormat pantas ia terima atas usahanya untuk meraih gelar juara. Dengan posisi start paling belakang dan mampu over taking sampai ke posisi empat adalah usaha yang luar biasa. Kita layak mengangkat topi atas usahanya yang habis-habisan itu.

Bisa jadi secara de jure Lorenzo adalah 'juaranya', yah ... juara dalam tanda kutip, lebih banyak yang secara de facto menganggap Rossi lah pemenangnya. Setidaknya Rossi telah memenangkan simpati dari banyak penggemar motogp, tidak hanya para penggemarnya saja, tapi juga peminat motogp pada umumnya.
Lorenzo menjadi juara dengan banyak kritikan (penulis membatasi tidak membahas hal ini lebih jauh, untuk menjaga netralitas), Anda bisa mencari beritanya pada website lain dan membrosingnya di google untuk mengetahuinya lebih lanjut.  
   
Dan persaingan musim depan akan semakin seru, perang dingin antara duo Yamaha Movistar akan berlanjut. Belum lagi perseteruan antara Rossi dan Marquez.    

Akhirnya perlombaan telah selesai dan sang juara telah ditentukan, tapi ini bukanlah sebuah akhir dari segalanya, melainkan merupakan sebuah awal dari babak-babak selanjutnya yang akan lebih menegangkan dan sepertinya akan lebih banyak lagi trik-trik yang muncul. Persaingan yang lebih panas dan lebih ketat lagi. 

Jadi kita tunggu saja drama-drama yang lebih seru dan dramatis selanjutnya pada sesi motogp berikutnya.

Selamat menikmati....dan tunggu ulasan saya berikutnya (itu jika Anda menyukainya). Semoga bermanfaat. 

Minggu, 08 November 2015

Jelang Perlombaan Pamungkas Motogp 2015 Valencia, Menjadi Puncak Ketegangan yang sangat mendebarkan

Kejuaraan Dunia Motogp akan mencapai puncaknya, besok malam 08 November 2015 (WIB) di Valencia. Dimana Duo Rider Yamaha Movistar saling berebut untuk menjadi juara.

Unik, menarik dan juga sangat menegangkan.

Unik, karena baru kali ini Sang Calon Juara Valentino Rossi harus menjalani hukuman cukup berat yaitu pengurangan point dan harus start di grid paling belakang menjadi penyebab berkurangnya kans Rossi untuk meraih juara dunia motogp. 
Sedangkan sang Partner, sekaligus pesaing beratnya, Jorge Lorenzo sedang bagus-bagusnya, berhasil meraih pole position di grid terdepan.

Dengan selisih 7 point, segalanya bisa terjadi, kedua-duanya sama-sama mempunyai peluang untuk menjadi juara dunia Motogp 2015. Hal ini tentunya sangat menarik untuk ditonton.

Menganalisa kondisi yang ada, terdapat beberapa prediksi yang kemungkinan bisa terjadi di Valencia tanggal 8 November 2015 nanti.  

Prediksi 1 :
Kalau diprediksi perlombaan berjalan lancar dan cuaca cerah, kemudian Lorenzo berhasil meraih podium sedangkan Rossi finish diurutan jauh di belakang, sehingga secara matematis selisih point tidak terkejar, maka Lorenzo yang jadi juaranya.

Prediksi 2 :
Kalau tiba-tiba cuaca berubah dan turun hujan, kemungkinan besar Lorenze akan melambat dan Rossi yang lebih mampu mengendalikan motor pada cuaca hujan akan dapat meraih point lebih tinggi dari Lorenzo, untuk itu maka Rossi bisa menjadi juaranya.

Prediksi 3 : 
Valentino Rossi bertanding dengan luar biasa, berhasil menyusul Lorenzo, dan finish di belakangnya. Rossi bisa juara.

Prediksi 4 :      
Kemungkinan yang paling kontroversial, namun tetap rasional, Lorenzo gagal finish alias terjatuh, maka Rossi lah juaranya. Kalau sebaliknya, Rossi jatuh dan Lorenzo berhasil finish, maka Lorenzo sang juaranya.

Terlepas dari segala macam kontroversi yang berkembang, masing-masing fans baik Rossi maupun Lorenzo tentunya berharap jagoannya akan menang.

Namun apa pun hasilnya, masing-masing pihak tetap harus menjaga sportivitas dan tidak berlebihan. Ya... masing-masing pihak harus mempersiapkan diri untuk menerima kemenangan maupun kekalahan.

Untuk yang menang ... selamat, untuk yang kalah ... terimalah kekalahan dengan lapang dada, terimalah kenyataan yang terjadi ... walaupun pahit sekalipun. Semua harus tetap berjalan ... hidup terus berjalan. Keep Move On ...sebab ada yang lebih menentukan dari semua yang ada ... yaitu TAKDIR ...

Selamat menyaksikan jalannya pertandingan, siapkan diri anda untuk menerima kenyataan yang terjadi apapun itu.          



Selasa, 27 Oktober 2015

WASPADAI DIABETES MELITUS, KENALI DAN CEGAH GEJALANYA SEBELUM TERLAMBAT

Penyakit Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. World Health Organization (WHO) sebelumnya telah merumuskan bahwa DM merupakan sesuatu yang tidak dapat dituangkan dalam satu jawaban yang jelas dan singkat tetapi secara umum dapat dikatakan sebagai suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi akibat dari sejumlah faktor di mana didapat defisiensi insulin absolut atau relatif dan gangguan fungsi insulin.

Ini adalah penjelasan ilmiah dari Diabetes melitus (DM). Ilmiah banget ya.., tapi bukan ini yang ingin penulis sampaikan, saya mencoba mendiskripsikannya lebih luas lagi, lebih dari sekedar teori belaka, atau tepatnya saya mencoba menyampaikan langsung kejadian dan pengalaman hidup yang dialami oleh teman dekat saya yang terserang penyakit ini sebagai gambaran nyata yang bisa kita petik hikmahnya.

Yang menariknya adalah bagaimana ceritanya sampai beliau divonis menderita diabetes tanpa beliau sadari.

Saya sangat memperhatikan penyakit ini karena ada hubungannya juga dengan diri saya, di mana orang tua saya juga menderita penyakit DM ini, jadi secara garis keturunan, saya berpotensi menderita DM pula. Dan hal ini dapat dicegah sedini mungkin sebelum terlambat, dengan cara memperdalam pengetahuan tentang penyakit ini sehingga dapat melakukan tindakan-tindakan preventif / pencegahan dini supaya terhindar dari penyakit ini. Dan dari sobat saya inilah banyak pengetahuan penting dan seluk beluk menghadapi penyakit DM. Selain juga mencari informasi lainnya dari berbagai sumber.       

Pengalaman sobat kita ini sungguh sangat berharga dan semoga dapat berguna bagi siapa saja yang mungkin mengalami hal serupa seperti yang beliau alami, atau yang belum terkena penyakit ini bisa berjaga-jaga supaya terhidar dari penyakit DM ini.

Bagi sobat saya ini kejadian ini sungguh merupakan suatu kejadian yang betul-betul sama sekali kejadian yang tak terduga, hampir-hampir tidak percaya kalau hal ini terjadi pada dirinya.

Bagaimanakah mulanya sampai beliau dinyatakan positif menderita diabetes?

Sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta, Sobat kita ini mendapat giliran kerja 2 shift, pagi dan malam, sehingga jadwal istirahat berubah-ubah tiap minggunya, seminggu malam, seminggu pagi. Sehingga membentuk pola hidup yang kurang teratur, dengan pola tidur seminggu tidur di malam hari, seminggu tidur di siang hari, ternyata dapat memicu gangguan penyakit.

Selain itu juga gaya hidup yang kurang sehat yang sangat besar kemungkinannya menjadikan penyebab si penyakit ini muncul, ditambah menurut penuturan beliau, secara keturunan beliau memang memiliki garis keturunan penyakit ini dari sang bunda.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah berat badan beliau yang juga tidak ideal, ada faktor kegemukan juga yang memicu munculnya berbagai jenis penyakit, termasuk salah satunya adalah Diabetes melitus (DM).

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang banyak di derita oleh penduduk berbagai negera di dunia ini. Diabetes sudah merupakan salah satu ancaman utama bagi kesehatan umat manusia pada abad 21. Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO) membuat perkiraan bahwa pada tahun 2000 jumlah pengidap diabetes di atas umur 20 tahun berjumlah 150 juta orang dan dalam kurun waktu 25 tahun kemudian, pada tahun 2025, jumlah itu akan membengkak menjadi 300 juta orang.

Oke .... kita kembali ke ....laptop ....maksud saya kembali ke topik utama dari pembahasan kita tentang bagaimana caranya menghadapi, mencegah dan mengatasi penyakit DM ini secara bijak. Namun cara yang akan saya uraikan ini bukanlah cara medis murni, namun berdasarkan pengalaman dan pengamatan serta dengan mempelajari dari berbagai sumber yang kemudian saya rangkum dalam tulisan ini.  

Sobat saya menuturkan kisahnya, bahwa Beliau memang memiliki pola makan yang tidak sehat, makanan apa saja di makannya, tidak berpantang makan, malah untuk makanan yang manis-manis adalah kesukaan beliau, (padahal makanan ini yang menjadi penyebab utama sebagai pemicu timbulnya penyakit DM) karena memang merasa baik-baik saja dan karena tidak menyadari sepenuhnya bahwa sang penyakit sedang mengintai menunggu saat yang tepat untuk menyerang. Sebenarnya beliau tahu bahwa dirinya mempunyai garis keturunan penderita DM dari sang bunda, namun nampaknya beliau kurang memperhatikan hal ini (atau bahkan boleh dibilang mengabaikannya). 

Agak panjang juga tulisan ini saya buat yah, dengan maksud agar intisari dari cerita dapat dipahami oleh para pembaca secara utuh.

Hingga pada suatu hari, di mana beliau mengalami sakit pada lehernya akibat posisi tidur yang tidak baik (istilahnya : salah bantal), terasa pegal dan agak bengkak pada leher sebelah kanan depan. Semula beliau berpikiran diobati ala kadarnya sajalah, nanti juga akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari ke depan.  

Namun ternyata dugaan beliau meleset, bengkak (abses) dilehernya bukannya mengempes tapi malah membesar dan menjalar ke mana-mana, otot-otot leher semakin kaku dan gigi beliau yang memang banyak yang sudah bolong pun jadi terkena terasa sakit. 

Ternyata sakit pada leher ini menjadi pemicu timbulnya penyakit-penyakit lainnya.  

Dan puncaknyanya terjadi pada suatu malam setelah seminggu gangguan itu muncul, beliau merasa haus terus menerus dan buang air kecil berkali-kali. Sampai pada puncaknya beliau kehilangan kesadarannya, bicara tidak jelas merancau, sampai akhirnya saya bersama beberapa tetangga memutuskan untuk membawa sobat saya ini ke sebuah rumah sakit di bilangan Jakarta Timur untuk dapat ditangani secepatnya.

Sesampainya di sana, sobat saya segera di bawa ke ruang ICU dan diadakan general check up untuk mengetahui kondisi badan sobat saya.

Dari sinilah melalui pemeriksaan gula darah yang dilakukan diketahui bahwa sobat saya terkena Diabetes melitus (DM), saat itu kadar gula darah sobat saya telah mencapai 350 mg/dL. Artinya beliau positif menderita DM.

Dari dokter yang memeriksa beliau diketahui kenapa bengkak pada leher tidak dapat sembuh secara normal bahkan semakin membesar dan menjalar ke mana-mana. Ini dikarena kadar gula darah beliau yang tinggi, sehingga daya tahan dan kemampuan tubuh melawan penyakit menjadi menurun.
Bahkan pada kondisi ekstrim, bila keadaan ini dibiarkan saja, bisa menjalar ke mana-mana yang berakibat fatal dan menjadi kronis yang bisa menyebabkan kebutaan, kelumpuhan, luka yang tidak mau sembuh yang dapat membusuk, serangan jantung yang pada ujungnya dapat menyebabkan kematian.

Sungguh penyakit DM ternyata merupakan penyakit yang berbahaya dan bisa menjadi ganas apabila tidak ditangani sedini mungkin.  

Selanjutnya sobat saya harus menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit di bilangan Jakarta Timur untuk mengobati penyakit yang dideritanya.

Ada tiga proses pengobatan yang akan dijalani sobat saya selama menjalani perawatan di rumah sakit tersebut :
1. Terapi menurunkan kadar gula darah, dilanjutkan dengan
2. Mengoperasi bengkak di leher, baru selanjutnya dilakukan tindakan
3. Mencabut gigi yang menyebabkan sakit  
  
Dan syukurlah saat tulisan ini dibuat kondisi sobat saya sudah semakin membaik, berkat usaha dan bantuan semua pihak, serta tentunya atas kuasa dari Sang Maha Kuasa, selain tentunya beliau juga menjalankan dengan disiplin pola hidup sehat dan serta melaksanakan segala nasehat dan saran dari dokter.


KENALI GELAJA DIABETES MELITUS DAN CARA MENCEGAHNYA   

Selanjutnya setelah Sobat kita telah berhasil melalui fase yang menurut beliau sangat bersejarah dalam hidupnya itu (karena seumur-umur baru kali ini beliau di rawat di Rumah Sakit) yaitu tentang bagaimana kisah keberhasilan beliau mengatasi penyakit DM yang cukup berbahaya, beliau ingin berbagi pengalaman beliau yang sangat berharga ini kepada kita semua. Dengan harapan dapat membantu kita menghindari penyakit Diabetes Melitus yang tergolong berbahaya ini. 

Berikut ini saran-saran yang beliau sampaikan kepada saya.

Hal yang sangat penting yang pertama kali harus diketahui adalah bagaimana caranya kita mengenali gejala Diabetes Melitus secara pasti? Ini point penting yang harus kita ketahui.

Jawabannya adalah dengan melakukan pengecekan gula darah dengan menggunakan alat pemeriksa kadar gula darah. Dua jam setelah makan besar (maksudnya makan yang mengenyangkan)

Hasil pemeriksaan glukosa darah 2 jam pasca makan besar (makan yang mengenyangkan) dibagi menjadi 3 yaitu:

• <140 mg/dL         = normal
• 140-<200 mg/dL  = toleransi glukosa terganggu
• >200 mg/dL         = diabetes

Lakukan pemeriksaan dini ini untuk yang belum terkena penyakit Diabetes Melitus. baik yang tidak memiliki bakat / keturunan penderita DM (jika perlu, untuk meyakinkan), maupun yang punya riwayat keturunan penderita DM secara berkala, bisa sebulan sekali maupun 2 bulan sekali. Tergantung dari kebutuhan dan perkembangan hasil test itu sendiri, misalnya hasilnya kurang baik, lakukan tindakan penanganan dan pencegahan lalu lakukan lagi test gula darah untuk mengetahui perkembangan selanjutnya. Namun apabila hasil testnya normal, lakukan secara berkala 1 atau 2 bulan sekali (bisa bervariatif tergantung dari bagaimana perasaan dan kebutuhan).

Syarat untuk mencegah komplikasi adalah kadar glukosa darah harus selalu terkendali mendekati angka normal sepanjang hari sepanjang tahun. Di samping itu, tekanan darah dan kadar lipid juga harus normal.

Mencegah timbulnya komplikasi, menurut logika lebih mudah karena populasinya lebih kecil, yaitu bagi penderita diabetes yang sudah diketahui dan sudah berobat, tetapi kenyataannya tidak demikian. Tidak gampang memotivasi penderita DM untuk berobat teratur, dan menerima kenyataan bahwa penyakitnya tidak bisa sembuh. 

Dan supaya tidak ada resistensi insulin, dalam upaya pengendalian kadar glukosa darah dan lipid itu harus diutamakan cara-cara pengobatan alamiah seperti pengobatan herbal, diet dan olah raga, tidak merokok dan lain-lain. Bila tidak berhasil baru menggunakan obat baik oral maupun insulin.

Latihan fisik merupakan salah satu pilar dalam pengelolaan DM tipe 2 selain bisa memperbaiki sensitivitas insulin, juga untuk menjaga kebugaran tubuh. Beberapa penelitian membuktikan dengan latihan fisik bisa memasukkan glukosa kedalam sel tanpa membutuhkan insulin, selain itu latihan fisik bisa untuk menurunkan berat badan bagi diabetisi dengan obesitas serta mencegah laju progresivitas gangguan toleransi glukosa menjadi DM tipe2.

 
Bagan alur pengechekan DM

Pemeriksaan ini dapat dilakukan di Apotek-apotek, rumah sakit, atau klinik yang menyediakan sarana ini.
Dan biayanya tidaklah mahal (silahkan mengecheknya sendiri, harganya bervariasi). 
  1. Untuk Anda yang memiliki keturunan penderita Diabetes, disarankan untuk berhati-hati dalam menjalankan pola hidup. Jalankan pola hidup sehat, sudah saatnya merubah pola hidup buruk, yang dapat menjadi pemicu timbul penyakit DM yang selama ini telah dijalani, rubah sesegera mungkin (lebih cepat lebih baik). 
  2. Hindari atau sebaiknya tinggalkan kebiasaan buruk yang dapat memicu munculnya penyakit DM, seperti minum minuman beralkohol, makanan yang banyak mengandung gula dan lemak, kurang beristirahat atau sering begadang, dan malas berolahraga.
  3. Jaga berat badan agar tetap normal, alias hindari kegemukan, di antaranya adalah banyak berolah raga, dengan menjalankan pola makan yang sehat, sebaiknya ganti mengkonsumsi beras putih dengan beras merah, karena terbukti beras merah lebih sedikit mengandung glukosa dan lebih aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Atau bisa juga dengan menjalankan puasa secara rutin.
Saya cantumkan di sini yang dikutip dari sebuah sumber buku kedokteran yaitu Sepuluh Petunjuk Pola hidup sehat bagi penderita Diabetes Melitus yang dapat dijalankan bagi penderita diabetes sebagai berikut :
  

Nah bagaimanakah bagi yang sudah terjangkit penyakit DM? Saya akan membahasnya pada tulisan selanjutnya yang berjudul CARA PINTAR MENGOBATI DIABETES MELITUS
Selamat mengikuti dan semoga bermanfaat. Thanks. 

Kamis, 01 Oktober 2015

Share is Beauty.... Share is Meaningful

Di sini berawal untuk berbagi dan mendalami makna kehidupan. Memberi apa yang bisa di beri. Semoga bermanfaat.

From here share is began and find the way for the meaning of life. Giving what that can be give. Hope useful.